Friday, February 17, 2012

Maria san no heya

Ookii  おおきい  : besar
Chiisai ちいさい   : kecil
Atarashii   あたらしい  : baru
Furui  ふるい  : lama
Hiroi   ひろい  : lebar/luas
Semai せまい  : sempit
Akarui あかるい  : cerah/terang
Kurai くらい  : gelap
Kirei   きれい  : bersih
Kitanaiきたない   : kotor
Uchi  うち  : rumah
Heya  へや    : kamar

Thursday, February 16, 2012

UJIAN PRAKTEK KELAS XII IPS 1, 2, 3 DAN XII AKSEL

GURU PENGAMPU : PUTRASENSEI
Kaiwa 1 (NILAI 84)
Bonita: Hajimemashite.(perkenalkan)
Watashi wa Bonita desu.(saya Bonita)
SMA 1 no seito desu.(pelajar SMA 1)
Kudus kara kimashita.(datang dari kudus)
Douzo Yoroshiku Onegaishimasu (senang berkenalan dengan Anda)
Bulan :Yoroshiku Onegaishimasu (senang mengenal Anda juga)

Kaiwa 2 (NILAI 86)
Mengijinkan
Seito : ohayou gozaimasu
Sensei : ohayou
Seito : sumimasen
Sensei : doushimashitaka (ada apa? (menanyakan keadaan))
Seito : … ga itai desu … (saya sakit ….)
Sensei : aa soudesuka (oo begitu yaa)
Seito : hokenshitsu e ittemo iidesuka (bolehkah saya ke UKS)
Sensei : ee douzo (ya silahkan)
Seito : doumo arigatou
Sensei : odaijini (semoga lekas sembuh)

Kaiwa 3 (NILAI 88)
Satoshi : Ohayou, Noriko san
Noriko : Aa, Satoshi san, ohayou
Satoshi : Sumimasen, Asa nani wo shimasuka.
Noriko : Gohan wo tabemasu
Satoshi : Hiru nani wo shimasuka
Noriko : Shinbun wo yomimasu
Satoshi : Yoru nani wo shimasuka
Noriko : Rajio wo kikimasu

Kaiwa 4 (NILAI 90)
Ayumi : Budi san konnichiwa
Budi : Aa, Ayumi san, konnichiwa
Ayumi : Ano, nichiyoubi ni nani wo shimasuka
Budi : Eeto, itsumo heya wo soujishimasu
Ayumi : Yoku Supootsu wo shimasuka
Budi : Hai, yoku shimasu
Ayumi : terebi wo mimasuka
Y Budi : Iie, amari mimasen
Ayumi : Aa, soudesuka

Kaiwa 5 (NILAI 92)
Penjual : Irasshaimase (Selamat Datang)
Pembeli : Sumimasen, sono kaban wa ikura desuka (maaf, harga tas itu berapa?)
Penjual : Dono kaban desuka (tas yang mana?)
Pembeli : Sono kuroi kaban desu. (tas yang warna hitam)
Penjual : Eeto, juu go man go sen rupia desu. (mmm, Rp.155.000)
Pembeli : Sumimasen, yasuku dekimasenka. (Maaf, bisakah lebih murah)
Penjual : Sumimasen, dekimasen (Maaf, tidak bisa)
Pembeli : Ja, sore wo kudasai (Oke, saya ambil yg itu)
Penjual : Hai, arigatou gozaimasu. (ya, Terimakasih)

PERATURAN
1. KAIWA 1 (WAJIB)
2. MEMILIH 2 KAIWA(PERCAKAPAN) DI ANTARA KAIWA 2, 3, 4, DAN 5, ADA PERBEDAAN PENILAIAN DARI SETIAP KAIWA YANG AKAN DIPILIH
3. BERPASANGAN
4. BERGANTIAN PERAN
5. WAKTU UNTUK BERADU AKTING CUMA 10MENIT
6. BOLEH MENGGUNAKAN PROPERTIES YANG DIBUTUHKAN
7. JANGAN BERSENDAU-GURAU
8. JANGAN BAWA BUKU CATATAN DSB
9. BAJU RAPI
10. BERDOA SEBELUMNYA

Wednesday, February 8, 2012

UJIAN PRAKTEK B.JEPANG KELAS XII TP 2011-2012

UNTUK SISWA KELAS XII KELAS IPA I, 2, 3, 4, 5, 6, 7,8, DAN 9
GURU PENGAMPU : RISWANTO SENSEI
Rubahlah percakapan di bawah ini ke dalam Bahasa Jepang !
Lalu praktekkan sesuai dengan intonasi dan suasana yang ada.
·         Ket. : angka yang berada pada sisi depan pemeran adalah nomor absen dari peserta ujian Praktek Bahasa Jepang.

Pada suatu hari Andre sedang menunggu bis, dengan cemas dia sekali-kali melirik rolex  jam tangannya.
Andre   :  Bisnya mana Ya ? sudah jam 06.30.
Tak lama datang Deni dan Joko
Deni       : Andre, selamat pagi.
Andre   : Selamat pagi. Gimana kabarnya.
Deni       : Kabar baik. Andre, kenalin ni Joko.
Joko       : Kenalin, saya Joko. Datanga dari  Surabaya. Kelas XI. Senang berkenalan.
Andre   : kenalkan saya Andre. Kelas XII. Senang berkenalan.
 Tak lama bispun datang.
 Deni      : Bisnya datang. Mari naik.

Di dalam kelas, Andre dan Deni sedang bercakap-cakap.
Deni       : Andre, ini apa ya?
Andre   : itu adalah dusgrip.
Deni       : Itu apa ?
Andre   : penggaris.
Deni       : apakah ini penggaris?
Andre   : Bukan penggaris, tas.
Deni       : Tasny Andre ?
Andre   : Bukan tas saya. Tasnya siapa ?
Wati       : Tasnya saya. Terimakasih.

Tak lama sensei datang di kelas.
Sensei   : minasan, selamat siang.
Siswa     : selamat siang.
Sensei   : buku pelajarannya sensei ada di mana?
Deni       : ada di dalam meja.
Sensei   : o gitu, makasih.
                  Putri ada di mana?
Deni       : ada di Kantin.
Sensei   : Kantin ada di mana ?
Deni       : Ada di di belakang ruang guru.
Sensei   : Ruang perpustakaan ada di mana ?
Deni       : Ada di sebelahnya ruang guru.
Andre   : sensei, istirahat.
Sensei   : ya, mengerti.

Sementara di Kantin, Putri, Niken dan Rossy sedang duduk sambil menikmati makanannya.
Putri      : Niken, besok ulang tahunnya sensei kan ?
Niken    : Ulang tahun sensei tanggal 4. Hari ini tanggal 2.
Rossy    : o gitu ya. Ulang tahunnya sensei lusa tanggal 4.
Niken    : Ya betul.
Putri      : Ujian Try Out kapan ?
Niken    : dari tanggal 5 sampai tanggal 8.
Putri      : Bulan apa ?
Rossy    : Bulan depan.
Putri      : o gitu. Terimakasih.

Tak lama datang Nindi dan Intan
Nindi     ; maaf,  Niken sekarang jam berapa yah.
Niken    : sekarang jam 10.
Nindi     : Jam 10.30 kita belajar Bahasa Jepang  di perpustakaan ?
Intan     : ayo kita pergi ke perpustakaan !

Akhirnya mereka pergi menuju ke perpustakaan.

Di perpustakaan Intan dan Nindi duduk bersama Dodi dan Reno
Intan     : Nindi, itu adalah foto keluarganya Monica Sensei.
Nindi     : Ya benar.
Intan     : Sensei berapa keluarga ya ?
Dodi       : 5 keluarga.
Nindi     : siapa saja ?
Dodi       : Ayah, Ibu, Kakak perempuan, kakak laki-laki dan sensei.
Intan     : Reno berapa jumlah anggota saudaranya ?
Reno     : 4 orang. Kakak perempuan, adik perempuan dan saya.
                  Adik perempuannya ada 2.
Nindi     : o gitu. Terimakasih.

Sementara di pojok perpustakaan Vivi, Cinta, dan Clara asyik dengan candanya.
Vivi         : Cinta, kamarmu bagaimana ?
Cinta      : bersih dunk. Terang.
Clara      : sepeda motornya sensei baru.
Vivi         : Oya, sepedaku juga baru.
Cinta      : ekh tadi pagi kamu ngapain ?
Clara      : Bangun tidur. Lalu solat. Kamu ngapain ?
Vivi         : mandi lalu berangkat sekolah.
Cinta      : saya Bangun tidur lalu makan.

Lalu datang Tono dan Bagus mengganggu.
Tono      : Aku kemarin melihat makan soto.
Bagus    : o ya, sama siapa ?
Tono      : bersama Cinta dunk.
Bagus    : berapa lama makan soto ?
Tono      : 2 jam makan soto.
(vivi, Cinta dan Clara tersenyum kecut)
 Tono     : Bagus, yuk membeli Baju !
Bagus    : Baju di lantai berapa yah ?
Tono      : di lantai 6. Kalo topi di lantai berapa ?
Bagus    : di lantai 8.Topi harganya Rp 25.000,- Murah. Ayo pergi ke Mall.
Tono      : jya, sampai besok ya.
Bagus    : sampai besok.

Thursday, January 26, 2012

PERCAKAPAN KELAS XI SEM II

Kaiwa 1
Haruko : ohayou gozaimasu
Ichigo : ohayou
Haruko : Futaro san no kaban wa atarashii desuka
Ichigo : hai, atarashii desu
Haruko : Joko san no mise wa hiroi desuka
Ichigo : hai, hiroi desu
Haruko : Vita san no heya wa akarui desuka
Ichigo : iie, kurai desu
Haruko : doumo arigatou gozaimasu
Ichigo : iie, douitashimashite

Kaiwa 2
Budi : ohayou gozaimasu
Ratno : ohayou
Budi : sumimasenga asa nani wo shimasuka
Ratno : sentakushimasu
Budi : hiru nani wo shimasuka
Ratno : shinbun wo yomimasu
Budi : yoru nani wo shimasuka
Ratno : shukudai wo shimasu
Budi : aa.. soudesuka

Kaiwa 3
A: Ohayou gozaimasu
B: Ohayou
A: B san, Asa nani wo shimasuka.
(B apa yang kamu lakukan pada pagi hari?)
B: Ha wo migakimasu. Sorekara, shawaa wo abimasu.
(saya menggosok gigi kemudian mandi shower)
A san wa nani wo shimasuka.
(kalau A apa yang kamu lakukan )
A: Kao wo araimasu. Sorekara soujishimasu.
(saya membasuh muka kemudian bersih-bersih )
B: Soudesuka (oo begitu yaa), doumo arigatou gozaimasu
A: iie doutashimashite

Kaiwa 4
A: konnichiwa
B: konnichiwa
A: sumimasenga, Asa, pan wo tabemasuka.
(maaf, pada pagi hari apakah kamu makan roti?)
B: hai, tabemasu (ya, makan)
A: Hiru, miruku wo nomimasuka.
(pada siang hari apakah kamu minum susu?)
B: iie, nomimasen (tidak minum)
A: Yoru, shinbun wo yomimasuka.
(pada malam hari apakah kamu membaca koran?)
B: hai, yomimasu (ya membaca)
A: doumo arigatou gozaimasu.
B: iie, douitashimashite

Kaiwa 5
Nita : ohayou gozaimasu
Luna : ohayou
Nita : maiasa nanji ni oinorishimasuka
Luna : goji goro oinorishimasu
Nita : mainichi nanji ni uchi e kaerimasuka
Luna : niji han goro kaerimasu
Nita : Maiban nanji ni gohan wo tabemasuka
Luna : shichiji goro tabemasu
Nita : soudesuka, doumo arigatou gozaimasu
Luna : iie douitashimashite

Sunday, January 15, 2012

Sebuah Surat Dari Masa Depan


Sebuah Surat Dari Masa Depan
Kepada Yth
Manusia
Di
Tahun 2009
Aku hidup di tahun 2050. Aku berumur 50 tahun, tetapi kelihatan seperti sudah 85 tahun. Aku mengalami banyak masalah kesehatan, terutama masalah ginjal karena aku minum sangat sedikit air putih. Aku fikir aku tidak akan hidup lama lagi. Sekarang, aku adalah orang yang paling tua di lingkunganku, Aku teringat disaat aku berumur 5 tahun semua sangat berbeda, masih banyak pohon di hutan dan tanaman hijau di sekitar, setiap rumah punya halaman dan taman yang indah, dan aku sangat suka bermain air dan mandi sepuasnya. Sekarang, kami harus membersihkan diri hanya dengan handuk sekali pakai yang di basahi dengan minyak mineral. Sebelumnya, rambut yang indah adalah kebanggaan semua perempuan. Sekarang, kami harus mencukur habis rambut untuk membersihkan kepala tanpa menggunakan air. Sebelumnya, ayahku mencuci mobilnya dengan menyemprotkan air langsung dari keran ledeng. Sekarang, anak-anak tidak percaya bahwa dulunya air bisa digunakan untuk apa saja. Aku masih ingat seringkali ada pesan yang mengatakan: “JANGAN MEMBUANG BUANG AIR” Tapi tak seorangpun memperhatikan pesan tersebut. Orang beranggapan bahwa air tidak akan pernah habis karena persediaannya yang tidak terbatas. Sekarang, sungai, danau, bendungan dan air bawah tanah semuanya telah tercemar atau sama sekali kering. Pemandangan sekitar yang terlihat hanyalah gurun-gurun pasir yang tandus. Infeksi saluran pencernaan, kulit dan penyakit saluran kencing sekarang menjadi penyebab kematian nomor satu. Industri mengalami kelumpuhan, tingkat pengangguran mencapai angka yang sangat dramatik. Pekerja hanya dibayar dengan segelas air minum per harinya. Banyak orang menjarah air di tempat-tempat yang sepi. 80% makanan adalah makanan sintetis. Sebelumnya, rekomendasi umum untuk menjaga kesehatan adalah minum sedikitnya 8 gelas air putih setiap hari. Sekarang, aku hanya bisa minum setengah gelas air setiap hari. Sejak air menjadi barang langka, kami tidak mencuci baju, pakaian bekas pakai langsung dibuang, yang kemudian menambah banyaknya jumlah sampah. Kami menggunakan septic tank untuk buang air, seperti pada masa lampau, karena tidak ada air. Manusia di jaman kami kelihatan menyedihkan: tubuh sangat lemah; kulit pecah-pecah akibat dehidrasi; ada banyak koreng dan luka akibat banyak terpapar sinar matahari karena lapisan ozon dan atmosfir bumi semakin habis. Karena keringnya kulit, perempuan berusia 20 tahun kelihatan seperti telah berumur 40 tahun. Para ilmuwan telah melakukan berbagai investigasi dan penelitian, tetapi tidak menemukan jalan keluar. Manusia tidak bisa membuat air. Sedikitnya jumlah pepohonan dan tumbuhan hijau membuat ketersediaan oksigen sangat berkurang, yang membuat turunnya kemampuan intelegensi generasi mendatang. Morphology manusia mengalami perubahan… yang menghasilkan/melahirkan anak-anak dengan berbagai masalah defisiensi, mutasi, dan malformasi.
Pemerintah bahkan membuat pajak atas udara yang kami hirup: 137 m3 per orang per hari. [31.102 galon] Bagi siapa yang tidak bisa membayar pajak ini akan dikeluarkan dari “kawasan ventilasi” yang dilengkapi dengan peralatan paru-paru mekanik raksasa bertenaga surya yang menyuplai oksigen. Udara yang tersedia di dalam “kawasan ventilasi” tidak berkulitas baik, tetapi setidaknya menyediakan oksigen untuk bernafas.Umur hidup manusia rata-rata adalah 35 tahun. Beberapa negara yang masih memiliki pulau bervegetasi mempunyai sumber air sendiri. Kawasan ini dijaga dengan ketat oleh pasukan bersenjata. Air menjadi barang yang sangat langka dan berharga, melebihi emas atau permata. Disini ditempatku tidak ada lagi pohon karena sangat jarang turun hujan. Kalaupun hujan, itu adalah hujan asam.Tidak dikenal lagi adanya musim. Perubahan iklim secara global terjadi di abad 20 akibat efek rumah kaca dan polusi. Kami sebelumnya telah diperingatkan bahwa sangat penting untuk menjaga kelestarian alam, tetapi tidak ada yang peduli. Pada saat anak perempuanku bertanya bagaimana keadaannya ketika aku masih muda dulu, aku menggambarkan bagaimana indahnya hutan dan alam sekitar yang masih hijau. Aku menceritakan bagaimana indahnya hujan, bunga, asyiknya bermain air, memancing di sungai, dan bisa minum air sebanyak yang kita mau. Aku menceritakan bagaimana sehatnya manusia pada masa itu. Dia bertanya: – Ayah ! Mengapa tidak ada air lagi sekarang ? Aku merasa seperti ada yang menyumbat tenggorokanku. .. Aku tidak dapat menghilangkan perasaan bersalah, karena aku berasal dari generasi yang menghancurkan alam dan lingkungan dengan tidak mengindahkan secara serius pesan-pesan pelestarian… dan banyak orang lain juga !. Aku berasal dari generasi yang sebenarnya bisa merubah keadaan, tetapi tidak ada seorangpun yang melakukan. Sekarang, anak dan keturunanku yang harus menerima akibatnya, Sejujurnya, dengan situasi ini kehidupan di planet bumi tidak akan lama lagi punah, karena kehancuran alam akibat ulah manusia sudah mencapai titik akhir. Aku berharap untuk bisa kembali ke masa lampau dan meyakinkan umat manusia untuk mengerti apa yang akan terjadi… Pada saat itu masih ada kemungkinan dan waktu bagi kita untuk melakukan upaya menyelamatkan planet bumi ini ! Tolong Kirim surat ini ke semua teman dan kenalan anda, walaupun hanya berupa pesan, kesadaran global dan aksi nyata akan pentingnya melestarikan air dan lingkungan harus dimulai dari setiap orang. Persoalan ini adalah serius dan sebagian sudah menjadi hal yang nyata dan terjadi di sekitar kita. Lakukan untuk anak dan keturunan mu kelak”
“AIR DAN BUMI UNTUK MASA DEPAN”
Regards, “TANAMLAH SEBANYAK-BANYAKNYA POHON DAN HEMATLAH AIR”
Jerry “UNTUK ANAK DAN CUCUMU KELAK DIMASA DEPAN”


Monday, January 2, 2012

Merumuskan Misi Sekolah


A.    Misi Sekolah
1.      Pengertian misi
Berikut ini beberapa pengertian tentang misi dari para pakar:
a)      Misi adalah tugas yang dirasakan orang sebagai kewajiban untuk melakukakannya (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
b)      Menurut Dr. Sapta Nirwana, misi adalah langkah/kegiatan yang harus dilaksanakan guna merealisasikan atau mewujudkan visi.
c)      Menurut Edwin A.Locke, dalam Esensi Kepemimpinan, misi adalah tindakan stategis untuk meraih visi organisasi.
d)     Dalam Pedoman Penyusunan Laporan dijelaskan, bahwa misi adalah suatu yang harus diemban/dilaksanakan instansi pemerintah, sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan.
e)      Misi adalah sesuatu yang harus diemban/dilaksanakan sesuai dengan visi yang ditetapkan, agar tercapai tujuan organisasi dengan baik.
2.      Hakikat Misi
a)      Semakna dengan usaha, kegiatan dan tindakan yang strategis.
b)      Merupakan tugas satuan/bagian organisasi yang mendukung tugas organisasi.
3.      Karakteristik Misi
Misi memiliki karakteristik, antara lain:
a)      Menggambarkan upaya mewujudkan visi
b)      Menunjukkan arah dan tujuan organisasi
c)      Menunjukkan output organisasi, baik pelayanan, jasa maupun produk.
d)     Menunjukkan sifat tugas: koordinasi, pengaturan, pembicaraan atau pengawasan.
Menurut Bob Will dan Robert S. Slum, dalam “The Visioner Leader”, misi seyogyianya menggunakan kalimat yang jelas, ringkas, singkat, mengesankan, mudah dipahami, dorongan memaksa diri dan menonjolkan pelayanan
4.      Perumusan Misi
a)      Meyakini kebenaran dan ketetapan visi.
b)      Mengkaji dan menganalisis dengan teliti kelengkapan tugas organisasi.
c)      Melibatkan semua satuan kerja/bagian organisasi.
d)     Menerjemahkan visi organisasi pada kurun waktu tertentu.
e)      Merumuskan dengan pernyataan spesifik dan tegas.
f)       Menyatakanya secara tertulis.
g)      Memuat hal-hal yang bersifat pokok-pokok
h)      Setiap level organisasi dalam suatu organisasi harus memiliki misi yang berbeda.
i)        Misi organisasi/sekolah harus mengacu pada lembaga yang di atasnya penyelenggara.
j)        Diawali dengan kata kerja aktif.
5.      Merumuskan Misi Sekolahj
Misi adalah tindakan atau upaya untuk mewujudkan atau merealisasikan visi. Karena visi harus mengakomodasi semua kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah, maka misi dapat juga diartikan sebagai tindakan untuk memenuhi kepentingan masing-masing kelompok yang terkait dengan sekolah.
            Sebuah misi rumusannya selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan”, dan bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi. Misi hendaknya dirumuskan dalam pernyataan yang operasional untuk dapat diselesaikan. Jika dalam rumusan misi tanpa mendasarkan pada visi, maka ia tidak akan memiliki otoritas moral untuk mendorong kegiatan, terutama apabila misi tersbut sangat sulit atau memiliki resiko yang tinggi.
            Misalnya, sebuah sekolah yang mempunyai visi “PRIMA DALAM PRESTASI DAN SANTUN DALAM PERILAKU”  maka merumuskan misinya sebagai berikut:
a)      Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, sehingga setiap siswa dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimiliki.
b)      Menumbuhkan semangat keunggulan secara intensif kepada seluruh warga sekolah.
c)      Menumbuhkan penghayatan terhadap sjaran agaman yang dianut dan juga budaya bangsa, sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak.
Dari contoh tersebut, tampak bahwa misi selalu dalam bentuk kalimat yang menunjukkan “tindakan” dan bukan kalimat yang menunjukkan “keadaan” sebagaimana pada rumusan visi tersebut.

Sumber : Buku Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan